Partai Kandang Persis Dirancang Malam



Potensi penonton yang datang ke Stadion Manahan saat Persis Solo menjalani laga kandang dalam Liga Profesional Level 1 mendatang, menjadi salah satu bidikan manajemen skuad tersebut untuk menyerap dana dari masyarakat. Jajaran PT Solo Indo Mandiri Profesional (SIMP) yang merupakan badan hukum tim hasil merger Persis dan Solo FC pun merancang penyelenggaraan partai kandang Laskar Sambernyawa pada malam hari.
''Beberapa kalangan masyarakat, di antaranya kalangan pegawai negeri dan karyawan swasta yang biasanya baru pulang sore hari, menginginkan laga home Persis digelar malam sehingga mereka bisa turut menonton di Manahan. Maka kami berencana memaksimalkan potensi itu untuk lebih mengoptimalkan pemasukan dari tiket penonton,'' kata Direktur Operasional PT SIMP Abraham EWT, kemarin.
Memang belum ada keputusan pasti, mengingat manajemen PT tersebut baru akan bertemu guna melakukan pembahasan teknis lebih detail dengan jajaran pengurus Persis usai Lebaran nanti. Tapi dalam rapat kerja jajaran petinggi PT SIMP di Tawangmangu, Kamis-Jumat (25-26/8), pergeseran waktu pertandingan kandang dari biasanya sore ke malam hari diyakini mampu meningkatkan kehadiran penonton ke Stadion Manahan.
40-50 Persen
Bram memperhitungkan, pendapatan dari penjualan tiket laga home tersebut bisa mendukung 40-50 persen dari total kebutuhan biaya klub hasil peleburan yang diputuskan tetap bernama Persis Solo itu. Rencananya, pihak manajemen menjual 23.450 lembar tiket dengan bandrol berkisar Rp 20 ribu- Rp 100 ribu per pertandingan. Dengan asumsi 70 persen tiket terjual, maka kalkulasi total pemasukan selama 15 kali laga kandang (jika liga dibagi dua wilayah dengan masing-masing 16 klub peserta) diperkirakan mencapai Rp 7 miliar lebih.
''Batas maksimal rencana anggaran belanja (RAB) selama satu musim, termasuk untuk belanja pemain dan biaya operasional, senilai Rp 15 miliar. Plafon itu telah ditetapkan PSSI. Maka tak berlebihan jika salah satu sumber dana yang kami andalkan dari pendapatan penjualan tiket,'' tuturnya.
Dia menambahkan, keterlibatan investasi guna memenuhi kebutuhan anggaran tim Kota Bengawan berkisar 40 persen. Selanjutnya kekurangan sekitar 20 persen bakal diupayakan teratasi dengan hasil penjualan berbagai atribut dan pernak-pernik Persis kepada masyarakat dan para pendukungnya.(D11,K15-73)

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons