Rencana hijrah pelatih kiper Hermansyah dari Persema Malang ke Solo FC tampaknya segera terealisasi. CEO Solo FC Kesit B Handoyo menyebut kepindahan mantan penjaga gawang Timnas tersebut tinggal menyangkut urusan teknis.
‘’Prinsipnya semua pihak sudah oke. Persema mau melepas, konsorsium LPI tak masalah dan Hermansyah sendiri ingin tantangan baru di Solo FC. Kini tinggal urusan teknis, misalnya kontrak kerja,’’ kata Kesit, Selasa (19/7).
Pembenahan skuad Ksatria XI yang menyentuh hingga tim kepelatihan, bukan merupakan kebetulan. Menurutnya, menjelang akhir putaran pertama Liga Primer Indonesia (LPI), pelatih kepala Branko Babic berharap ada pelatih kiper baru, selain mengeluarkan rekomendasi delapan pemain buruan. Dua di antara target bidikan itu adalah gelandang Ahmad Bustomi dan striker TA Musafri.
‘’Memang kami butuh darah segar, termasuk pelatih kiper untuk meningkatkan performa kiper-kiper kami. Semua itu demi mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi mendatang yang persaingannya pasti lebih berat,’’ tambah Kesit.
Sederet Tawaran
Sebenarnya, klub berlogo burung Jatayu tersebut mendapat tawaran sederet nama pelatih kiper.
Namun akhirnya pilihan jatuh ke Hermansyah dengan berbagai pertimbangan seperti sudah punya nama besar dan banyak pengalaman, serta hasil didikannya. ‘’Kurnia Meiga (kiper Arema-Red) kan merupakan salah satu bukti polesannya,’’ tuturnya.
Lalu, bagaimana nasib Kus Bintoro yang berstatus sebagai pelatih kiper Solo FC pada putaran pertama lalu?
Kesit menyebut melakukan reposisi sumber daya yang dimiliki klubnya. Ada kemungkinan, Kus dialihkan untuk memoles tim Solo FC U-21. Kemungkinan lain, dia dialihkan untuk memoles kiper di akademi sepak bola Solo FC yang hingga kini terus dirancang.
‘’Yang terdekat, kedua pelatih kiper itu bisa berduet meningkatkan performa kiper-kiper yang ada di tim kami. Tapi hingga saat ini, kami belum mengambil keputusan apa pun berkait masalah itu,’’ ungkapnya.(D11-81)


Posted in:
0 comments:
Post a Comment