PSCS Cilacap sudah melakukan langkah antisipasi untuk menyikapi larangan penggunaan dana APBD bagi klub sepak bola profesional. Klub anggota Divisi Utama itu menyiapkan tiga langkah guna mencari dana untuk membiayai tim berkompetisi musim depan. Ketua Harian PSCS Farid Ma’ruf menjelaskan ketiga langkah itu adalah membentuk unit bisnis, memaksimalkan penonton, dan merangkul BUMN, BUMD, serta perusahaan swasta menjadi sponsor. ’’Semua upaya itu dalam persiapan untuk dilaksanakan,’’ tegasnya. Langkah pertama itu, jelasnya, diwujudkan dengan mendirikan perusahaan. Semula, unit usaha PSCS bernama PT Nusakambangan Sakti. Namun,kini diganti menjadi CV Putra Cilacap. Perusahaan itu bergerak di berbagai bidang, antara lain perdagangan, konstruksi, dan pasir besi. Dari sektor usaha itu, PSCS juga akan menggarap penjualan suvenir, bekerja sama dengan Laskar Nusakambangan, wadah suporter tim. Kostum tim akan dirancang lebih bagus sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Bangun Tribune Untuk langkah kedua, yakni memaksimalkan penonton, Farid optimistis akan berjalan baik. Karena ada dukungan kuat dari Pemkab. Dukungan itu berupa pembangunan tempat duduk tribune utara dan selatan, yang sebelumnya masih rumput. Dengan demikian, penonton akan lebih banyak dan nyaman. Pada musim 2010-2011, dari 12 partai kandang, setelah dikurangi pajak dan biaya operasional, pemasukan bersih dari tiket total sekitar Rp 500 juta. Jika musim depan bisa dimaksimalkan, tentu saja pemasukan akan lebih tinggi. Langkah ketiga, PSCS akan menjalin komunikasi lebih intensif terhadap BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta. Dia berharap lembaga-lembaga itu bersedia menjadi sponsor dengan memasang logo di kostum tim. Semua itu, katanya, akan tergantung situasi PSSI di era pengurus baru ini. Dia berharap, dengan pengurus baru akan tercipta suasana baru di dunia sepak bola Indonesia. ’’Yang terjadi betul-betul permainan, bukan pertandingan yang dimainkan,’’ ungkap Farid. Modal Awal Farid mengaku beruntung karena dalam menghadapi musim 2011-2012 PSCS sudah memiliki modal awal Rp 3,5 miliar. Uang itu adalah sisa dana bantuan APBD 2011 yang belum dipakai. Tahun ini, klub itu mendapat kucuran Rp 6 miliar. Namun, yang dipakai untuk mengarungi kompetisi 2010-2011 hanya Rp 2,5 miliar. Saat ini PSCS juga mengajukan dana di perubahan APBD Rp 1 miliar untuk kompetisi musim depan. Modal awal itu sudah bisa untuk merekrut pemain. Kini, tinggal mencari tambahan untuk pelaksanaan kompetisi. Musim lalu, kebutuhan dana untuk mengarungi Liga Ti-Phone Rp 6 miliar, sehingga kekurangannya Rp 2,5 miliar. Dalam merekrut pemain, pihaknya akan berusaha berhemat. Skuad PSCS musim lalu yang akan direkrut lagi, standar harganya diharapkan tetap. Selain itu, pihaknya akan melihat kemampuan tim-tim lain. ’’Dalam kondisi seperti itu hukum pasar tak bisa dihindari,’’ tegasnya. (bd-73,81).


Posted in:
0 comments:
Post a Comment