Tinggalkan Difisit Lebih Rp 1,6 M, Nasib Persijap "Ngambang"

Tinggalkan Difisit Lebih Rp 1,6 M, Nasib Persijap

Keikutsertaan Persijap Jepara dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL) masih menimbulkan tanda tanya besar. Kendala finansial membuat tim “Laskar Kalinyamat” seperti hidup enggan mati tak mau. Sumber pembiayaan klub menjadi masalah, setelah Permendagri No 22/2010 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2011 tidak memperbolehkan APBD untuk kegiatan olahraga profesional seperti sepak bola.

“Untuk menghidupi tim butuh biaya begitu besar. Sedang APBD yang selama ini menjadi sumber pembiayaan klub tak lagi diperbolehkan. Sebenarnya kami tak ingin Persijap mati, karena bagaimana pun sepakbola sudah menjadi kebanggaan masyarakat Jepara. Saat ini ini kami masih mencoba mencarikan jalan keluar,” ujar Ketua Umum Persijap H Ahmad Marzuki, kemarin.

Berdasar informasi dari PT Liga Indonesia, kompetisi ISL rencanannya digelar paling cepat bulan Oktober mendatang. Mestinya dua bulan sebelumnya upaya pembentukan tim sudah harus dilakukan. Tetapi karena masalah pendanaan belum selesai, persiapan ke arah itu belum bisa dilakukan.

Mantan General Manajer Tim Persijap Drs Anwar Haryono MM, mengakui masih ada kendala finansial, tak hanya bagaimana mencari solusi pembiayaan tim ke depan, tetapi juga harus memikirkan bagaimana cara menutup difisit biaya pada kompetisi 2010/ 2011 lalu yang mencapai 1,6 miliar (belum termasuk pajak).

Pendanaan Persijap musim ISL lalu bersumber dari beberapa pemasukan, mulai dari APBD, sponsor hingga penjualan tiket penonton di laga kandang. Selama satu musim, belanja klub mencapai Rp 12.819.479.000, dengan pengeluaran Rp 11.250.063.000. “Salah satu penyebab difisit antara lain karena tidak terpenuhinya target pendapatan dari penjualan tiket. Target kami minimal Rp 4 miliar, tetapi realisasinya tidak menembus angka Rp 3 miliar,” jelasnya.

Dengan kondisi keuangan Persijap yang berat, berimbas pada nasib para pemain. Padahal terdapat sekitar 14 pemain potensial musim lalu, yang mestinya bisa dipertahankan. Beberapa pemain menyatakan tidak ingin nasibnya terus menggantung, dan mendesak pengurus Persijap segera memberikan kepastian. Kebanyakan dari mereka tetap memberikan prioritas bertahan di klub lama, sebelum pindah ke klub lain. (Trq/Krjogja)

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons