Sekum PSIS Setyo Agung Nugroho terpilih menjadi General Manager (GM) PSIS untuk musim kompetisi mendatang. Penunjukan Agung ini dilakukan dalam pertemuan antara perwakilan pemegang saham PT Laskar Diponegoro, badan hukum yang kini menaungi PSIS, dengan Ketua Umum Soemarmo HS, semalam di Semarang.
Selain Agung, dalam pertemuan tersebut juga ditunjuk mantan manajer Semarang United Football Club (SUFC), Maryanto (SUFC) sebagai Manajer Teknik dan mantan GM SUFC, Budi Santoso sebagai Manajer Operasional.
Ratusan suporter fanatik PSIS Semarang merayakan kegembiraan dengan berbagai aksi di kawasan Lapangan Pancasila, Kamis (25/8) malam. Salah satunya dengan mencukur gundul rambut mereka. Aksi pertama diawali oleh koordinator suporter Wareng, kemudian diikuti suporter lainnya.
Butuh waktu agak lama karena Wareng memiliki rambut panjang hampir sebahu. Selesai dengan rambut Wareng, tukang cukur kemudian beralih ke kepala suporter-suporter lainnya.
”Ini adalah bentuk rasa syukur kami PSIS bisa tampil di liga profesional dan masuk level I. Kami merencanakan acara ini saat PSIS masih menyerahkan berkas untuk diverifikasi oleh PSSI,” kata Wareng di sela acara.
Sebelum acara cukur gundul tersebut, suporter membentangkan spanduk di pinggiran lapangan Simpanglima. Spanduk sepanjang 40 meter dan lebar dua meter itu bertuliskan, ”Selamat datang PSIS Semarang di Liga Pro, we care, we love, we always support, loyalis Semarang”.
Loyal
Menurut Wareng, dengan spanduk tersebut mereka ingin menyatakan bahwa mereka peduli dan loyal sebagai suporter.
”Tidak ada bantuan dari pihak lain untuk membuat spanduk ini. Iuran murni berasal dari para anggota. Ada yang menyumbang lima ribu, sepuluh ribu, terserah yang penting spanduk ini jadi dan kami bisa memberi dukungan terhadap PSIS,” kata Wareng.
Karena panjangnya, spanduk tersebut sontak mendapat perhatian warga yang melintas di kawasan tersebut. Terlebih lagi warga yang melintas dari arah Jalan Pandanaran ke Simpanglima.
Acara yang dimulai pukul 19.00 tersebut berlangsung damai hingga selesai. Suporter tidak sampai turun ke jalan. Mereka merayakan aksinya di dalam lapangan. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel dukungan terhadap tim kebanggaannya.
Dalam acara tersebut mereka juga melakukan sujud syukur. Aksi tidak habis sampai di sini. Direncanakan hari ini mereka akan menggelar acara syukuran dengan berbuka puasa bersama anak yatim piatu.
”Habis ini, kami besok (hari ini) akan melakukan buka bersama di panti asuhan. Kami sebagai suporter ingin menunjukkan bahwa dalam mendukung tim kebanggaan, kami tidak bersikap anarkis, kami tetap menjaga etika dan kesopanan,” tandas Wareng. (H69,K18-81)


Posted in:
0 comments:
Post a Comment